Minggu, 14 Juni 2026

Breaking News

  • Tak Sekadar Passion, Raditya Dika dan Rizky Arief Kupas Kunci Sukses Monetisasi Bisnis di Universitas Pertamina   ●   
  • JMSI Riau Anugerahi PIN EMAS ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Siap Hadir   ●   
  • Panitia HUT JMSI ke 6 Silaturahmi dengan UAS, Salah Satu Penerima JMSI Award   ●   
  • Wabup Syamsurizal Ingatkan Ancaman Serius Generasi Muda : HIV, Narkoba, dan Pergaulan Bebas    ●   
  • Plt Gubri SF Hariyanto Instruksikan Kadis PUPR Tingkatkan Pengawasan Infrastruktur di Lapangan   ●   
Warga Kuala Kampar Tolak Relokasi Warga TNTN: “Kami Siap Bertumpah Darah!”
Kamis 24 Juli 2025, 17:17 WIB
👁137235
Zulaikha Syarif

Kuala Kampar, Pelalawan-Gelombang penolakan keras datang dari masyarakat Kuala Kampar terhadap rencana relokasi warga dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) ke wilayah mereka. Warga asli yang lahir dan besar di Desa Penyalai, Kuala Kampar, menyatakan dengan tegas bahwa mereka tidak akan tinggal diam jika kampung halamannya diusik.

“Kami tidak pernah dimintai pendapat, kami tidak pernah setuju. Kampung kami damai dan jangan bawa persoalan baru dari luar ke wilayah kami. Kalau dipaksakan, kami siap bertumpah darah mempertahankan tanah kelahiran kami!” tegas Zulaikha Syarif, salah satu tokoh masyarakat Kuala Kampar, Kamis (24/7/2025).

Pemerintah dikabarkan tengah mempertimbangkan opsi relokasi sejumlah warga yang tinggal di kawasan konservasi TNTN ke wilayah pesisir Kuala Kampar. Langkah ini memicu reaksi keras dari warga lokal yang menilai kebijakan tersebut gegabah, tidak adil, dan mengancam ketenteraman yang selama ini terjaga.

Penolakan tidak hanya datang dari individu, tetapi dari berbagai tokoh masyarakat dan warga yang sudah berkomunikasi secara kolektif. Dalam pertemuan internal yang digelar beberapa waktu lalu, seluruh tokoh masyarakat menyatakan sikap bulat menolak rencana tersebut dan siap mengawal penolakan ini sampai ke tingkat tertinggi.

Alasan utama penolakan adalah karena warga Kuala Kampar merasa mereka tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Selain itu, relokasi dianggap akan mengganggu stabilitas sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat yang sudah mapan dan harmonis sejak lama.

“Kami punya sejarah dan ikatan kuat dengan tanah ini. Jangan jadikan kampung kami sebagai pelampiasan dari masalah struktural yang tidak pernah diselesaikan di TNTN,” tambah Zulaikha.

Sikap resmi masyarakat Kuala Kampar sudah dituangkan dalam bentuk petisi penolakan, yang ditandatangani oleh puluhan tokoh adat dan masyarakat. Bahkan dalam suasana tegang, muncul wacana keras untuk memisahkan diri dari Kabupaten Pelalawan dan bergabung dengan Provinsi Kepulauan Riau jika suara mereka terus diabaikan.

Hentikan segala bentuk rencana relokasi warga TNTN ke Kuala Kampar. Libatkan masyarakat dalam setiap kebijakan strategis yang menyangkut ruang hidup mereka, hargai kedamaian dan kedaulatan lokal Kuala Kampar yang selama ini menjaga harmoni tanpa konflik, dan Evaluasi total kebijakan pengelolaan TNTN tanpa mengorbankan wilayah lain, tutup Zulaikha Syarif.




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top